Skip to main content

Melata di Padang Pasir

afrika-namibia-pemandangan-1170029
Sumber Gambar: pixabay.com

Bagaikan secerca air
Berkilau di tengah desiran pasir panas
Kulihat semakin jelas
Kugapai semakin lepas
Semua semu
Keindahan hanya sebatas imaji
Semakin ku memaksa
Semakin ku terluka
Berjalan tak bisa
Melata pun tak kuasa
Aku kira tak mengapa
Juangkan secerca harapan
Dalam satu titik kegelapan

Comments

Popular posts from this blog

a Cup of Cappuccino

Judul : a Cup of Cappuccino Gendre : Romance, Remaja Pengarang : Riki Bahari Sore itu Jakarta sedang diguyur hujan yang sangat deras, cuaca tersebut cukup memaksa seseorang untuk mengenakan jaket atau mantel tebal. Namun, di balik tembok kafe itu terlihat sangat kontras. Musik lembut yang mengalun, hangatnya lampu yang terpancar ke seluruh dinding, berbanding terbalik dengan keadaan di luar ruangan.  Kafe dengan desain vintage itu setiap harinya memang sangat rampai di kunjungi. Tak hanya nuansa ruangannya yang unik dan nyaman, namun cita rasa kopi yang disuguhkan dalam menu nya memang sudah melekat sekali di hati para pelanggan setia, dan mungkin Sandra adalah salah satu pelanggan setia yang sudah jatuh hati dengan nikmatnya kopi tersebut. “Cappucinonya satu, gulanya sedikit saja”. “Ada lagi?” tanya si pelayan kafe itu kepada pelanggan wanita yang duduk di meja No. 19 itu. “Cukup itu saja”. “Ok terimakasih, pesanan akan segera kami antar”. Sandra, gadis manis berambut...

Belenggu Masa Lalu

Satu tetes, duatetes Mengalir Menggores Perih Gelap Mendung Mendera Teriak Hati Tak Bertenaga Satu detik, dua detik Berhenti nafas, Ku tak mampu Paru Terbelenggu Rasa Pilu Sebuah Potret Masa Lalu Sumber: pixabay.com

Sisi lain sebuah Puisi "IBU INDONESIA" karya Sukmawati

Aku akui bahwa diriku adalah seseorang yang tersesat dalam dunia sastra. Aku sangat tertarik dengan dunia sastra sejak dulu, awal kumengenalnya saat bertatap muka dengan matapelajaran Bahasa Indonesia, kala itu bahkan aku masih mengenakan seragam merah putih. Hal yang paling aku suka dari sastra adalah sebuah seni merangkai kata, untaian kata yang penuh emosi bahkan kontroversi. Sastra dapat meluluhkan jiwa setiap insan. Tak mengenal ia seniman atau seorang preman. Bagiku sastra adalah hal yang paling tepat untuk setiap insan meluapkan emosinya dalam bentuk yang “berbeda”. Sastra bisa berupa sebuah puisi, pantun, bahkan cerita. Kekuatan sastra adalah sebuah karya seni yang tak hanya sekedar untaian kata semata. Karya sastra memiliki sebuah “cerita” atau sudut pandang yang berbeda-beda. Tergantung intrepretasi sang pembaca. Bpk Sapardi Djoko Damono seorang pencipta puisi “Hujan di Bulan Juni” pun pernah berkata bahwa “Puisi itu hidup kalo intrepretasinya macem-macem, kalo cuma...