Skip to main content

Posts

Sisi lain sebuah Puisi "IBU INDONESIA" karya Sukmawati

Aku akui bahwa diriku adalah seseorang yang tersesat dalam dunia sastra. Aku sangat tertarik dengan dunia sastra sejak dulu, awal kumengenalnya saat bertatap muka dengan matapelajaran Bahasa Indonesia, kala itu bahkan aku masih mengenakan seragam merah putih. Hal yang paling aku suka dari sastra adalah sebuah seni merangkai kata, untaian kata yang penuh emosi bahkan kontroversi. Sastra dapat meluluhkan jiwa setiap insan. Tak mengenal ia seniman atau seorang preman. Bagiku sastra adalah hal yang paling tepat untuk setiap insan meluapkan emosinya dalam bentuk yang “berbeda”. Sastra bisa berupa sebuah puisi, pantun, bahkan cerita. Kekuatan sastra adalah sebuah karya seni yang tak hanya sekedar untaian kata semata. Karya sastra memiliki sebuah “cerita” atau sudut pandang yang berbeda-beda. Tergantung intrepretasi sang pembaca. Bpk Sapardi Djoko Damono seorang pencipta puisi “Hujan di Bulan Juni” pun pernah berkata bahwa “Puisi itu hidup kalo intrepretasinya macem-macem, kalo cuma...

Obor Terakhir

Sumber Gambar:  POS RONDA Mungkin ini adalah akhir dari sebuah pencarian. Pencarian yang setiap jalannya selalu diselimuti kabut kegelisahan. Bukan berarti aku tak lagi percaya akan sebuah cinta, bukan pula aku sudah menaruh kecewa Namun sekarang aku merasakan titik lemah, merasa sudah tak sanggup lagi, aku sangat lelah. Kamu adalah penutup lembaran kisahku. Kita bertemu dalam sebuah kabut hitam. Sama-sama berjuang mencari satu titik terang dalam kegulitaan. Sama-sama berjuang memecah kesendirian dan dinginnya sepi yang menusuk raga. Malam itu, di setiap langkah kakiku menyimpan history yang kental ku ingat. Tatapmu perlahan memecahkan sepi, dan pelukmu perlahan membunuh rasa takut. Aku tahu ini salah, aku tahu bahwa aku tak boleh bermain-main dengan api. Tapi, inilah satu-satunya cara untuk memberikan sebuah terang dalam sepiku. Hujan turun sangat deras, seakan tak rela melihatku membawa obor kebahagiaan. Aku semakin dilema.  Lagi dan lagi, aku ...

Review Lagu Spring Day BTS

Salam sahabat hijau sekalian

Bisu dalam Waktu

Sampai waktu tak mau bicara Dingin tak lagi menyapa Hangat tak mau mengoda Seberapa lama? Liar dalam cermin Bisu dalam waktu Kaki melangkah, Jiwa hilang arah Teriak ku merontak, cerminku pun retak Waktu sembunyikan detik Sobek, cabik seluruh tabir Sumber gambar: jenniferann1970.wordpress.com

Cinta Sejati

Sumber Gambar:  pixabay.com Dia yang Sempurna Seketika Buat Hati Merekah Bukan Berarti Pasti Jalan untuk Kita Dia yang Biasa Bahkan Terkadang Sering Terlupa Mungkin Saja Jalan untuk Kita Jalan yang Berakhir dalam Sebuah Kisah Kisah Rumit Bahkan Pelik Juangkan Dua Kata Semu "Cinta Sejati" Cinta Sejati itu Sederhana Sesederhana Mengecap Manis dalam Gula Jika Kau Masih Ragu Terbelenggu Tinggalkan Perjuangan Semumu itu Karena Sudah Pasti itu Bukanlah "Cinta Sejati"

Melata di Padang Pasir

Sumber Gambar: pixabay.com Bagaikan secerca air Berkilau di tengah desiran pasir panas Kulihat semakin jelas Kugapai semakin lepas Semua semu Keindahan hanya sebatas imaji Semakin ku memaksa Semakin ku terluka Berjalan tak bisa Melata pun tak kuasa Aku kira tak mengapa Juangkan secerca harapan Dalam satu titik kegelapan

Belenggu Masa Lalu

Satu tetes, duatetes Mengalir Menggores Perih Gelap Mendung Mendera Teriak Hati Tak Bertenaga Satu detik, dua detik Berhenti nafas, Ku tak mampu Paru Terbelenggu Rasa Pilu Sebuah Potret Masa Lalu Sumber: pixabay.com